Berapa Jumlah Gigi Anjing?
Jumlah gigi anjing berbeda antara anak anjing dan anjing dewasa. Anak anjing memiliki gigi susu yang akan tumbuh saat masih kecil. Gigi susu ini berfungsi sementara dan akan tanggal secara bertahap saat anjing memasuki masa pertumbuhan.
Umumnya, anak anjing memiliki sekitar 28 gigi susu. Gigi ini biasanya mulai tumbuh saat puppy berusia beberapa minggu. Saat memasuki usia sekitar 4–6 bulan, gigi susu mulai tanggal dan digantikan oleh gigi permanen. Pada fase ini, anak anjing sering terlihat lebih suka menggigit benda, mainan, sandal, atau apa pun yang menurutnya menarik. Tragisnya, menurut puppy, hampir semua benda di rumah termasuk menarik.
Sementara itu, anjing dewasa umumnya memiliki 42 gigi permanen. Jumlah ini lebih banyak daripada gigi manusia dewasa. Gigi permanen inilah yang akan digunakan sepanjang hidup anjing, sehingga perlu dijaga kebersihannya sejak awal. Jika gigi permanen rusak, patah, atau tanggal, gigi tersebut tidak akan tumbuh kembali.
Jenis-Jenis Gigi Anjing dan Fungsinya
Gigi anjing terdiri dari beberapa jenis, yaitu gigi seri, gigi taring, geraham depan, dan geraham belakang. Setiap jenis gigi memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda.
Gigi seri berada di bagian depan rahang. Ukurannya kecil dan berjajar di antara gigi taring. Gigi ini digunakan untuk menggigit makanan kecil, mengambil sesuatu dengan lembut, dan membantu aktivitas grooming ringan, seperti membersihkan bulu atau menggaruk bagian tubuh tertentu dengan mulut.
Gigi taring adalah gigi panjang dan runcing yang tampak paling menonjol. Gigi ini berfungsi untuk mencengkeram, menahan, dan merobek makanan atau benda. Pada anjing, gigi taring juga membantu saat membawa mainan atau menggigit sesuatu dengan kuat. Karena bentuknya tajam, gigi taring sering menjadi bagian yang paling mudah terlihat saat anjing membuka mulut.
Geraham depan atau premolar berada di sisi rahang, di belakang gigi taring. Gigi ini berfungsi untuk merobek dan mengunyah makanan. Saat anjing mengunyah makanan atau camilan, ia sering memiringkan kepala ke salah satu sisi agar premolar dapat bekerja lebih efektif.
Geraham belakang atau molar terletak di bagian paling belakang rahang. Fungsinya untuk menghancurkan dan menggiling makanan sebelum ditelan. Meski anjing tidak mengunyah makanan sehalus manusia, geraham tetap membantu memecah makanan agar lebih mudah diproses oleh saluran pencernaan.
Baca Juga : Jenis-Jenis Anjing: Panduan Lengkap Memilih dan Mengenal Anjing Peliharaan
Kapan Anak Anjing Mulai Berganti Gigi?
Masa pergantian gigi pada anak anjing biasanya terjadi saat usia 4–6 bulan. Pada periode ini, gigi susu akan tanggal dan gigi permanen mulai tumbuh. Pemilik mungkin menemukan gigi kecil yang tanggal di lantai, tempat tidur, atau mainan anjing. Namun, tidak jarang gigi susu tertelan tanpa disadari, dan ini biasanya tidak menjadi masalah.
Saat sedang tumbuh gigi, anak anjing bisa merasa tidak nyaman pada gusi. Ia mungkin lebih sering menggigit benda untuk meredakan rasa gatal atau tekanan pada mulut. Pemilik bisa membantu dengan memberikan mainan kunyah yang aman, lembut, dan sesuai ukuran tubuhnya.
Hindari memberikan benda terlalu keras seperti batu, tulang keras, atau mainan yang tidak dirancang untuk anjing. Benda yang terlalu keras dapat melukai gusi atau bahkan membuat gigi patah. Pemilik juga sebaiknya tidak menarik benda terlalu kuat dari mulut puppy karena gigi dan gusinya masih sensitif.
Masalah Gigi yang Sering Dialami Anjing
Masalah gigi anjing yang paling umum adalah plak dan karang gigi. Plak adalah lapisan lengket yang terbentuk dari sisa makanan, air liur, dan bakteri. Jika tidak dibersihkan, plak dapat mengeras menjadi karang gigi. Karang gigi biasanya terlihat seperti lapisan kuning atau cokelat yang menempel di permukaan gigi, terutama dekat garis gusi.
Bau mulut juga sering menjadi tanda awal adanya masalah pada gigi dan mulut anjing. Bau mulut ringan sesekali bisa terjadi, tetapi bau yang menyengat dan menetap perlu diperhatikan. Bau mulut berat dapat berkaitan dengan penumpukan plak, karang gigi, radang gusi, infeksi, atau masalah kesehatan lain.
Radang gusi merupakan masalah lain yang sering terjadi. Tandanya bisa berupa gusi merah, bengkak, mudah berdarah, atau tampak nyeri saat disentuh. Jika dibiarkan, radang gusi dapat berkembang menjadi penyakit periodontal, yaitu gangguan pada jaringan penyangga gigi. Kondisi ini bisa menyebabkan gigi goyang, nyeri, infeksi, hingga gigi tanggal.
Gigi patah atau retak juga bisa dialami anjing, terutama jika ia sering menggigit benda keras. Anjing dengan gigi patah mungkin terlihat mengunyah hanya di satu sisi, menolak makanan keras, mengeluarkan air liur berlebih, atau tampak kesakitan saat makan.
Tanda-Tanda Gigi Anjing Bermasalah
Pemilik perlu memperhatikan perubahan kecil pada kebiasaan makan dan perilaku anjing. Beberapa tanda gigi anjing bermasalah antara lain bau mulut berat, gusi merah atau berdarah, karang gigi terlihat jelas, air liur berlebihan, makanan sering jatuh saat makan, dan anjing hanya mengunyah di satu sisi.
Tanda lain yang perlu diwaspadai adalah wajah atau rahang bengkak, anjing sering menggosok wajah ke lantai atau dengan kaki, tidak mau makan, memilih makanan lunak, atau tampak kesakitan saat mulutnya disentuh. Pada beberapa kasus, pemilik juga bisa melihat darah di mangkuk makan atau minum.
Masalah gigi tidak selalu langsung terlihat jelas. Banyak anjing tetap makan meski sedang merasa nyeri, karena insting hewan sering membuat mereka menyembunyikan rasa sakit. Jadi, jangan menunggu sampai anjing benar-benar berhenti makan baru mulai panik.
Cara Merawat Gigi Anjing di Rumah
Cara terbaik untuk menjaga kesehatan gigi anjing adalah menyikat giginya secara rutin. Gunakan sikat gigi khusus anjing atau finger brush yang lembut. Pilih pasta gigi khusus anjing, bukan pasta gigi manusia. Pasta gigi manusia dapat mengandung bahan yang tidak aman jika tertelan oleh anjing.
Mulailah secara perlahan agar anjing terbiasa. Pada tahap awal, pemilik bisa membiarkan anjing mencium sikat dan pasta gigi. Setelah itu, sentuh bagian bibir dan gusi secara lembut. Jika anjing sudah lebih nyaman, mulai sikat bagian luar gigi dengan gerakan perlahan. Tidak perlu langsung menyikat seluruh mulut dalam satu sesi jika anjing belum terbiasa.
Idealnya, gigi anjing disikat setiap hari. Jika belum memungkinkan, lakukan beberapa kali seminggu secara konsisten. Kebiasaan ini akan lebih mudah jika dimulai sejak anjing masih kecil. Namun, anjing dewasa juga tetap bisa dilatih, asal dilakukan sabar dan bertahap.
Selain menyikat gigi, dental chew atau camilan khusus gigi dapat membantu mengurangi penumpukan plak. Namun, dental chew tidak boleh dianggap sebagai pengganti sikat gigi. Anggap saja sebagai pendukung tambahan, bukan solusi ajaib yang menyelesaikan semua masalah sambil pemilik duduk santai.
Makanan dengan tekstur tertentu juga dapat membantu menjaga kebersihan gigi, tetapi tetap tidak menggantikan perawatan rutin. Jika anjing memiliki masalah gigi, gusi sensitif, atau gigi patah, konsultasikan dulu dengan dokter hewan sebelum memberikan camilan keras.
Baca Juga : Cara Merawat Anak Anjing: Panduan Lengkap untuk Pemula
Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Merawat Gigi Anjing
Jangan menggunakan pasta gigi manusia untuk anjing. Jangan juga membersihkan karang gigi dengan alat tajam sendiri di rumah, karena bisa melukai gusi, merusak enamel gigi, atau menyebabkan infeksi. Pembersihan karang gigi yang sudah tebal sebaiknya dilakukan oleh dokter hewan dengan alat dan prosedur yang tepat.
Hindari memberikan tulang keras, batu, kayu, atau mainan yang terlalu keras karena dapat menyebabkan gigi retak atau patah. Jika ingin memberikan mainan kunyah, pilih produk yang memang dirancang untuk anjing dan sesuai dengan ukuran serta kekuatan gigitannya.
Jangan mencoba mencabut gigi anjing sendiri, meskipun giginya terlihat goyang. Gigi goyang bisa disebabkan oleh masalah gusi, infeksi, atau kerusakan struktur penyangga gigi. Kondisi ini perlu diperiksa oleh dokter hewan agar penanganannya aman.
Baca Juga : Panduan Lengkap Adopsi Anjing Bagi Pemula
Kapan Harus Membawa Anjing ke Dokter Hewan?
Bawa anjing ke dokter hewan jika muncul bau mulut sangat menyengat, gusi berdarah, gigi goyang, gigi patah, karang gigi tebal, wajah bengkak, keluar nanah dari gusi, atau anjing kesakitan saat makan. Pemeriksaan juga diperlukan jika anjing tidak mau makan, sering menjatuhkan makanan, atau tampak tidak nyaman saat mengunyah.
Dokter hewan dapat memeriksa kondisi mulut secara menyeluruh dan menentukan apakah anjing membutuhkan pembersihan gigi profesional, pencabutan gigi, obat untuk infeksi, atau perawatan lain. Pemeriksaan rutin juga penting meskipun anjing belum menunjukkan gejala berat, karena masalah gigi lebih mudah ditangani jika ditemukan sejak awal.
Gigi anjing memiliki fungsi penting untuk menggigit, mencengkram, merobek, dan mengunyah makanan. Anak anjing memiliki gigi susu yang nantinya digantikan oleh gigi permanen, sedangkan anjing dewasa umumnya memiliki 42 gigi permanen yang perlu dirawat sepanjang hidupnya.
Masalah seperti plak, karang gigi, bau mulut, radang gusi, gigi patah, dan penyakit periodontal dapat mengganggu kenyamanan serta kesehatan anjing. Karena itu, pemilik perlu membiasakan perawatan gigi sejak dini.
Menyikat gigi secara rutin dengan sikat dan pasta gigi khusus anjing, memberikan dental chew sebagai pendukung, memilih makanan yang sesuai, serta melakukan pemeriksaan ke dokter hewan adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan gigi anjing. Dengan perawatan yang tepat, anjing dapat makan lebih nyaman, terhindar dari bau mulut berlebihan, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Artikel telah ditinjau oleh : drh Suannisa Nur Utami