Bagaimana Cara Mengetahui Kelamin Anjing?
Cara paling akurat untuk mengetahui jenis kelamin anjing adalah dengan memeriksa posisi dan bentuk organ reproduksinya.
Jangan menentukan jenis kelamin hanya dari ukuran badan, wajah, warna bulu, atau perilaku. Anjing yang memiliki tubuh besar belum tentu jantan, dan anjing yang terlihat tenang juga belum tentu betina.
Pada anjing jantan, organ reproduksi berada di beberapa bagian bawah tubuh. Sementara itu, pada betina, bagian luar organ reproduksi atau vulva berada tepat di bawah anus.
Selain itu, perlu diketahui bahwa baik anjing jantan maupun betina sama-sama memiliki puting. Karena itu, keberadaan puting tidak dapat digunakan untuk menentukan jenis kelamin.
Ciri Kelamin Anjing Jantan
(image source : wikihow.com)
Anjing jantan memiliki penis yang sebagian besar berada di dalam prepuce, yaitu selubung kulit yang melindungi penis. Dari luar, prepuce terlihat seperti tonjolan kecil memanjang yang berada pada bagian bawah perut, beberapa jarak dari anus.
Di bagian yang lebih belakang, tepat di antara kedua kaki belakang, terdapat skrotum yang berfungsi sebagai kantung tempat testis berada. Pada anjing jantan dewasa yang belum dikebiri, bagian ini biasanya cukup mudah terlihat atau diraba.
Pada puppy yang masih sangat muda, testis belum tentu tampak jelas. Karena itu, salah satu petunjuk paling mudah adalah mencari keberadaan prepuce di bagian tengah bawah perut.
Jangan salah mengira pusar sebagai penis. Pusar biasanya berada lebih dekat ke bagian depan perut dan terlihat sebagai bekas kecil pada kulit, sedangkan prepuce terletak lebih ke belakang.
Ciri Kelamin Anjing Betina
(image source : wikihow.com)
Anjing betina tidak memiliki prepuce di bagian tengah bawah perut. Organ reproduksi luar yang mudah diamati adalah vulva, yang berada tepat di bawah anus.
Vulva biasanya tampak sebagai jaringan kecil dengan celah vertikal di bagian tengahnya. Pada anjing betina dewasa, ukuran vulva dapat berubah sesuai kondisi reproduksi, terutama ketika memasuki masa birahi.
Karena posisi vulva sangat dekat dengan anus, salah satu cara praktis membedakan jantan dan betina adalah memperhatikan jarak organ kelamin tersebut.
Pada betina, vulva berada sangat dekat dengan anus. Sementara pada jantan, prepuce terletak jauh lebih ke depan di bagian bawah perut.
Baca Juga : Jenis-Jenis Anjing: Panduan Lengkap Memilih dan Mengenal Anjing Peliharaan
Cara Membedakan Anak Anjing Jantan dan Betina
Membedakan kelamin anak anjing memang bisa lebih sulit dibandingkan anjing dewasa.
Pada puppy yang baru lahir, ukuran organ kelamin masih kecil. Testis pada jantan juga belum selalu terlihat jelas. Karena itu, pemeriksaan perlu dilakukan dengan hati-hati dan tanpa membuat puppy maupun induknya stres.
Pada puppy jantan, Anda dapat melihat adanya benjolan kecil berupa prepuce di bagian bawah perut. Sementara pada puppy betina, tidak terdapat tonjolan tersebut dan vulva dapat ditemukan tepat di bawah anus.
Jika ingin memeriksa puppy, pegang tubuhnya dengan lembut dan jangan terlalu lama menjauhkannya dari induk. Hindari membalik atau memegangnya dalam posisi yang membuatnya tidak nyaman.
Apabila masih ragu, tidak perlu memaksakan pemeriksaan sendiri. Dokter hewan dapat membantu memastikan jenis kelamin puppy sekaligus mengevaluasi kondisi kesehatannya.
Perbedaan Anjing Jantan dan Betina secara Fisik
Selain organ reproduksi, terdapat beberapa perbedaan fisik yang terkadang terlihat antara anjing jantan dan betina.
Dalam ras yang sama, anjing jantan umumnya cenderung memiliki tubuh sedikit lebih besar dan berat dibandingkan betina. Struktur tulang jantan pada beberapa ras juga terlihat lebih besar, sementara bagian kepala dan dada dapat tampak lebih lebar.
Namun, perbedaan ini tidak berlaku sama pada seluruh ras maupun individu.
Seekor anjing betina dari ras German Shepherd, misalnya, tentu bisa jauh lebih besar daripada anjing jantan dari ras Chihuahua. Bahkan dalam satu ras pun, faktor genetika, nutrisi, dan pertumbuhan dapat membuat ukuran tubuh sangat bervariasi.
Karena itu, ukuran tubuh hanya dapat digunakan sebagai kecenderungan umum, bukan cara menentukan jenis kelamin dengan pasti.
Apakah Sifat Anjing Jantan dan Betina Berbeda?
Perbedaan sifat antara anjing jantan dan betina merupakan topik yang sering dibicarakan, tetapi perlu dipahami dengan hati-hati.
Ada anggapan bahwa anjing jantan lebih playful, mudah mencari perhatian, dan cenderung lebih aktif. Sementara anjing betina sering dianggap lebih mandiri, cepat dewasa, dan lebih tenang.
Kenyataannya, karakter setiap anjing sangat individual.
Seekor anjing jantan dapat sangat tenang dan mandiri, sementara anjing betina bisa sangat aktif dan terus mencari perhatian pemiliknya.
Temperamen lebih banyak dipengaruhi oleh kombinasi genetika, ras, pengalaman sejak kecil, sosialisasi, lingkungan hidup, kondisi kesehatan, serta cara pemilik melatih dan berinteraksi dengan anjing.
Karena itu, sebaiknya jangan memilih anjing hanya berdasarkan stereotip jenis kelamin.
Baca Juga : Umur Anjing: Cara Menghitung, Perbedaan Usia, dan Tips Perawatan
Perbedaan Tingkat Energi Anjing Jantan dan Betina
Beberapa anjing jantan yang belum dikebiri dapat terlihat lebih aktif, terutama ketika terdapat anjing betina yang sedang birahi di lingkungan sekitar.
Pengaruh hormon dapat membuat jantan menunjukkan keinginan untuk mencari pasangan, berkeliaran, atau lebih sulit fokus dalam situasi tertentu.
Namun, secara keseluruhan, tingkat energi lebih banyak dipengaruhi oleh ras dan usia.
Border Collie jantan maupun betina, misalnya, sama-sama memiliki kebutuhan aktivitas yang sangat tinggi. Sebaliknya, anjing dari ras yang lebih santai bisa memiliki tingkat aktivitas lebih rendah terlepas dari jenis kelaminnya.
Kondisi kesehatan juga perlu diperhatikan. Anjing yang sedang sakit, mengalami nyeri sendi, atau memasuki usia senior biasanya akan mengalami perubahan aktivitas.
Kebiasaan Urine Marking pada Anjing Jantan dan Betina
Salah satu perilaku yang sering dikaitkan dengan anjing jantan adalah urine marking.
Urine marking berbeda dengan buang air kecil biasa. Dalam perilaku ini, anjing mengeluarkan urine dalam jumlah sedikit pada beberapa tempat untuk meninggalkan aroma yang berfungsi sebagai informasi bagi anjing lain.
Perilaku ini memang lebih sering terlihat pada jantan yang belum dikebiri, tetapi anjing betina juga bisa melakukan marking.
Begitu pula dengan kebiasaan mengangkat kaki saat buang air kecil. Meskipun lebih umum pada jantan, perilaku tersebut bukan penanda jenis kelamin yang akurat.
Karena itu, selalu gunakan organ reproduksi sebagai cara utama untuk menentukan jenis kelamin anjing.
Perbedaan Sistem Reproduksi Anjing Jantan dan Betina
Perbedaan biologis paling jelas antara jantan dan betina terdapat pada sistem reproduksinya.
Sistem Reproduksi Anjing Jantan
Anjing jantan memiliki penis, prepuce, testis, skrotum, dan prostat sebagai bagian dari sistem reproduksi.
Testis berfungsi memproduksi sperma dan hormon reproduksi, termasuk testosteron. Hormon tersebut dapat berpengaruh pada sejumlah perilaku seksual seperti ketertarikan terhadap betina yang sedang birahi, marking, dan kecenderungan mencari pasangan.
Pada anjing yang sudah melalui prosedur kastrasi atau neuter, testis diangkat sehingga anjing tidak lagi dapat bereproduksi.
Sistem Reproduksi Anjing Betina
Anjing betina memiliki ovarium, uterus atau rahim, vagina, dan vulva.
Betina yang belum disteril akan mengalami siklus reproduksi yang disebut estrus atau heat cycle. Pada periode tertentu, vulva dapat membesar dan sebagian anjing mengeluarkan cairan bercampur darah.
Kondisi ini terkadang disebut masyarakat sebagai “menstruasi anjing”. Namun, secara biologis proses tersebut berbeda dari menstruasi pada manusia.
Saat memasuki masa birahi, anjing betina juga dapat menarik perhatian anjing jantan karena perubahan hormon dan aroma yang dihasilkan tubuhnya.
Baca Juga : Mengenal Jenis Anjing Besar: Karakteristik dan Cara Merawatnya
Apakah Anjing Jantan Lebih Agresif?
Menganggap semua anjing jantan lebih agresif merupakan generalisasi yang kurang tepat.
Agresivitas merupakan perilaku kompleks yang dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk genetika, rasa takut, pengalaman sebelumnya, lingkungan, rasa sakit, sosialisasi, cara pelatihan, dan situasi yang sedang dihadapi anjing.
Status reproduksi memang dapat mempengaruhi beberapa perilaku yang berhubungan dengan hormon. Namun, jenis kelamin saja tidak cukup untuk memprediksi apakah seekor anjing akan agresif.
Anjing betina juga dapat menunjukkan agresivitas dalam kondisi tertentu, misalnya ketika merasa terancam atau sedang melindungi anaknya.
Karena itu, jika anjing menunjukkan perubahan agresivitas secara tiba-tiba, evaluasi penyebabnya secara menyeluruh. Rasa sakit dan masalah kesehatan juga dapat menyebabkan anjing menjadi lebih sensitif atau defensif.
Mana yang Lebih Mudah Dilatih, Jantan atau Betina?
Tidak ada aturan bahwa anjing betina pasti lebih mudah dilatih dibandingkan jantan, maupun sebaliknya.
Keberhasilan latihan lebih banyak dipengaruhi oleh motivasi, karakter individual, konsistensi pemilik, metode training, pengalaman sebelumnya, usia, dan jenis ras.
Sebagian pemilik merasa anjing betina lebih cepat fokus, sementara pemilik lain justru mendapatkan anjing jantan yang sangat responsif terhadap latihan.
Cara terbaik adalah menggunakan metode berbasis penguatan positif. Berikan reward ketika anjing melakukan perilaku yang diinginkan, seperti makanan kecil, pujian, mainan, atau kesempatan bermain.
Latihan yang dilakukan rutin dan konsisten biasanya jauh lebih berpengaruh terhadap perilaku dibandingkan jenis kelamin.
Baca Juga : 20 Ras Anjing Kecil Paling Populer yang Imut dan Menggemaskan
Perbedaan Kesehatan Anjing Jantan dan Betina
Sebagian besar penyakit umum dapat menyerang anjing jantan maupun betina. Namun, perbedaan organ reproduksi menyebabkan masing-masing jenis kelamin memiliki risiko kondisi tertentu.
Masalah Kesehatan pada Anjing Jantan
Anjing jantan yang belum dikebiri dapat mengalami masalah pada organ reproduksi seperti gangguan testis dan prostat.
Pembesaran prostat, misalnya, dapat terjadi pada sebagian anjing jantan seiring bertambahnya usia. Kondisi tersebut dapat menimbulkan kesulitan buang air kecil atau buang air besar.
Kelainan pada testis juga perlu diperhatikan. Apabila terdapat pembengkakan, perubahan ukuran, rasa sakit, atau benjolan pada skrotum, pemeriksaan dokter hewan perlu dilakukan.
Masalah Kesehatan pada Anjing Betina
Pada anjing betina yang belum disteril, kesehatan sistem reproduksi perlu diperhatikan sepanjang hidup.
Salah satu kondisi serius yang dapat terjadi adalah infeksi rahim. Selain itu, penyakit pada jaringan kelenjar mammae atau payudara juga dapat menjadi perhatian.
Jika anjing betina mengalami perubahan cairan dari vulva di luar siklus reproduksi, lemas, kehilangan nafsu makan, muntah, perut terlihat membesar, atau menunjukkan perubahan kondisi tubuh yang tidak biasa, segera konsultasikan dengan dokter hewan.
Bagaimana dengan Steril pada Anjing Jantan dan Betina?
Prosedur steril memiliki istilah berbeda pada anjing jantan dan betina.
Pada jantan, prosedur yang umum dilakukan adalah neuter atau kastrasi, yaitu pengangkatan testis.
Pada betina, prosedur spay umumnya melibatkan pengangkatan organ reproduksi tertentu sehingga anjing tidak lagi dapat mengalami kehamilan.
Sterilisasi dapat membantu mencegah kehamilan yang tidak direncanakan dan mengubah risiko beberapa penyakit reproduksi. Pada sebagian anjing, prosedur ini juga dapat memengaruhi perilaku yang berkaitan dengan hormon.
Namun, waktu ideal untuk melakukan steril tidak sama pada setiap anjing.
Ukuran tubuh, ras, usia, jenis kelamin, kondisi kesehatan, dan risiko penyakit tertentu perlu dipertimbangkan. Karena itu, keputusan mengenai waktu steril sebaiknya didiskusikan dengan dokter hewan.
Lebih Baik Memelihara Anjing Jantan atau Betina?
Tidak ada jawaban bahwa anjing jantan selalu lebih baik daripada betina, atau sebaliknya.
Saat memilih anjing, pertimbangkan kecocokan individu dengan kondisi rumah dan gaya hidup Anda.
Perhatikan tingkat energi, temperamen, kebutuhan aktivitas, ukuran saat dewasa, kemampuan bersosialisasi, serta kondisi kesehatan.
Jika Anda sudah memiliki anjing lain di rumah, karakter anjing yang akan ditambahkan ke keluarga juga perlu dipertimbangkan. Kecocokan antarindividu sering kali jauh lebih penting daripada sekadar jenis kelaminnya.
Calon pemilik sebaiknya juga mempertimbangkan kemampuan menyediakan waktu untuk latihan, perawatan kesehatan, aktivitas, makanan, grooming, dan kebutuhan sehari-hari lainnya.
Pada akhirnya, anjing jantan maupun betina dapat menjadi hewan peliharaan yang menyenangkan jika kebutuhan fisik, mental, sosial, dan kesehatannya terpenuhi.
Kelamin anjing paling akurat dibedakan dengan melihat organ reproduksinya. Anjing jantan memiliki prepuce dan penis di bagian bawah perut serta testis di antara kaki belakang. Sementara itu, anjing betina memiliki vulva yang terletak tepat di bawah anus.
Selain perbedaan anatomis, anjing jantan dan betina memiliki sistem reproduksi dan beberapa risiko kesehatan yang berbeda. Jantan dapat mengalami gangguan testis dan prostat, sedangkan betina memiliki risiko kondisi yang berkaitan dengan rahim dan jaringan mammae.
Namun, perbedaan anjing jantan dan betina dari sisi sifat tidak dapat digeneralisasi. Karakter, tingkat energi, kemampuan belajar, dan perilaku setiap anjing lebih banyak dipengaruhi oleh genetika, ras, pengalaman, sosialisasi, kesehatan, serta cara pemilik merawat dan melatihnya.
Karena itu, jika Anda ingin memilih anjing untuk dipelihara, jangan hanya melihat apakah ia jantan atau betina. Kenali temperamen dan kebutuhan setiap anjing sebagai individu agar Anda dapat menemukan pendamping yang paling sesuai dengan gaya hidup dan lingkungan rumah.
Artikel telah ditinjau oleh : drh Suannisa Nur Utami